TUGAS PENDAHULUAN

Gambar
TUGAS PENDAHULUAN MODUL 4 RLC SERI DAN RLC PARALEL 1.       1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian RLC seri dan RLC paralel Jawab: ·         RLC Seri : prisnip kerja utamanya adalah penjumlahan arus dan penjumlahan lahan penurunan tegangan yang terjadi pada masing2 komponen. Fasa antara arus dan tegangan pada masing2 komponen bergantung pada karakteristik impendansi dari resistor, induktor dan kapasitor. ·         RLC Paralel : prinsip kerja uatamanya adalah penjumlahan tegangan dan pembagian arus yang terjadi pada masing2 komponen. Arus yang mengalir melalui komponen bergantung pada karakteristik masing2. Fasa antara arus dan tegangan pada masing2 komponen bergantung pada karakteristik impendansi dari komponen tsb.   2.     2.    Jelaskan pengaruh harga reaktansi kapasitif terhadap sudut phasa dengan resistansi yang konstan! Jawab: peningkatan sudut phasa, ketika resista...

LAPORAN AKHIR MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM 

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

        120 V
              -
            -

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

        4,4 V
              -
        1000 Hz

2.  Membandingkan Frekuensi

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

            1005 Hz
        1000 Hz

Gergaji

            1003 Hz
        1000 Hz

Pulse

            1000 Hz
        1000 Hz

3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous


1:1



1000Hz


1000Hz




1:2




2000Hz



1000Hz



2:1




1000Hz



2000Hz




1:3



1000Hz


3000Hz



3:1



3000Hz


1000Hz


2:3

2000Hz3000Hz

3:2

 3000Hz

 2000Hz




4. Pengukuran daya Beban lampu Seri 

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,3009 Watt0,25 V0,2 A0,05 Watt

2 Lampu

0,8807 Watt0,8 V0,2 A0,16 Watt

3 Lampu

1,3288 Watt
0,2

5. Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,5629 Watt1,8 V0,29 A0,522 Watt

2 Lampu

1,0782 Watt1,8 V0,24 A0,432 Watt

3 Lampu

1,5579 Watt1,8 V0,29 A0,522 Watt

2. Prinsip Kerja [Kembali]

A. OSCILLOSCOPE

    1. Kalibrasi Oscilloscope

Kalibrasi pada osiloskop ini sendiri jelas memiliki tujuan penting. Tujuan dilakukannya kalibrasi osiloskop ialah untuk menjaga fungsi dan juga hasil pengukuran gelombang sinyal listrik tetap akurat dan sesuai dengan standar.

Proses kalibrasi dilakukan dengan cara menghubungkan probe input osiloskop ke terminal kalibrasi pada osiloskop. Kemudian, atur skala tegangan dan skala waktu, serta menyesuaikan posisi tampilan gelombang agar sejajar dan proporsional. Penyesuaian ini penting supaya hasil pembacaan menjadi lebih tepat dan akurat.


    2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


        Pengukuran dan pengamatan tegangan searah (DC) serta tegangan bolak-balik (AC) menggunakan osiloskop dilakukan melalui beberapa pengaturan. Tegangan DC sebesar 4 V terlebih dahulu dihubungkan ke kanal B pada osiloskop. Melalui kanal ini, sinyal searah dapat ditampilkan sehingga bentuk gelombangnya dapat diamati dan besar tegangannya dapat diukur.
      Selanjutnya, untuk mengamati tegangan dan bentuk gelombang AC, digunakan sinyal sinusoidal yang dihasilkan oleh signal generator dengan frekuensi 1 kHz dan amplitudo 4 Vp-p (volt peak-to-peak). Sinyal tersebut kemudian dihubungkan ke kanal A osiloskop, sehingga gelombang bolak-balik dapat terlihat dengan jelas pada layar dan dapat dianalisis sesuai kebutuhan.


 4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
        Susun rangkain seperti gambar berikut :


   Membandingkan frekuensi menggunakan pola Lissajous pada osiloskop dilakukan dengan menampilkan dua sinyal tegangan pada sumbu X dan Y. Setelah kedua sinyal tersebut ditampilkan, kita dapat mengamati bentuk pola yang muncul di layar. Pola Lissajous ini memudahkan kita untuk melihat hubungan frekuensi secara visual dengan cara yang cukup sederhana namun tetap akurat. Melalui bentuk pola yang terbentuk, perbandingan frekuensi kedua sinyal dapat diketahui dengan menghitung jumlah simpul atau titik potong pola terhadap masing-masing sumbu.

B. PENGUKURAN DAYA
     
     5.  Mengukur Daya Satu Fasa



        Pengukuran daya satu fasa pada rangkaian seri maupun paralel dilakukan dengan mengetahui besar daya listrik yang digunakan oleh beban menggunakan alat ukur wattmeter. Pada rangkaian seri, arus yang mengalir melalui setiap beban bernilai sama, sedangkan pada rangkaian paralel, tegangan yang diterima masing-masing beban adalah sama besar. Prosesnya dilakukan dengan menghubungkan sumber AC ke rangkaian, kemudian mencatat nilai daya yang terbaca pada wattmeter. Setelah itu, hasil pengukuran dianalisis untuk melihat bagaimana susunan rangkaian memengaruhi besar daya listrik yang digunakan. 

3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]

 1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?

Jawab:

Kalibrasi pada osiloskop ini sendiri jelas memiliki tujuan penting. Tujuan dilakukannya kalibrasi osiloskop ialah untuk menjaga fungsi dan juga hasil pengukuran gelombang sinyal listrik tetap akurat dan sesuai dengan standar.Menjaga hasil pengukuran dan fungsi dari osiloskop jelas sangat penting. Selain itu juga banyak tujuan lainnya dilakukan proses kalibrasi pada osiloskop seperti mendukung mutu ISO dan juga tentunya juga mengetahui apabila terjadinya penyimpangan hasil ukur. Selain itu, proses kalibrasi yang tepat juga akan menjaga osiloskop dari kerusakan yang dapat mengganggu aktifitas pekerjaan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.


 2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda

Jawab:

    • Amplitudo: Tegangan DC memiliki nilai tetap dan tidak berubah seitring waktu,sedangkan pada                        tegangan AC memiliki nilai yang terus berubah.
    • Frekuensi: Tegangan AC memiliki frekuensi tertentu sementara DC memiliki frekuensi nol                              karena  memiliki arus yang konstan. 
    • Perioda: Tegangan Ac memiliki perioda yang merupakan kebalikan dari frekuensi( T= 1/F),sedangkan tegangan DC tidak memiliki periode karena nilainya tetap.

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi
1. Gelombang Sinusoidal
       Jenis gelombang periodik yang berosilasi (bergerak ke atas dan ke bawah). Pada frekuensi osiloskop gelombang ini memiliki 1.000 Hz dan generator fungsi 1.000 Hz.

       2. Gelombang Gigi Gergaji
           Gelombang yang memiliki bentuk yang naik secara linier dan turun secara tiba-tiba atau sebaliknya.
    

      3. Gelombang Kotak (Pulsa)
        Gelombang yang memiliki nilai maksimum dan minimum dengan perubahan tiba-tiba.
 

      4. Gelombang Segitiga
      Gelombang yang naik dan turun dengan kecepatan konstan, digunakan dalam sistem pengendali dan modulas sinyal.
    
4. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri 
          Jawab : 
           Pada rangkaian lampu yang disusun secara seri, arus listrik yang mengalir melalui setiap lampu atau hambatan memiliki nilai yang sama. Namun, tegangan yang jatuh pada masing-masing lampu dapat berbeda tergantung besar hambatannya.
Secara teoritis, nilai daya yang diperoleh dari pengukuran seharusnya mendekati atau sama dengan nilai daya hasil perhitungan.Akan tetapi, pada praktiknya sering muncul perbedaan antara daya terukur dan daya terhitung. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

    5. Bandingkan nilai daya terukur dari nilai daya terhitung dan pengukuran beban lampu paralel 
        Jawab : 
         Pada rangkaian lampu yang disusun secara paralel, setiap lampu memperoleh tegangan yang sama dari sumber listrik. Walaupun tegangannya sama, arus yang mengalir pada masing-masing cabang dapat berbeda tergantung nilai hambatan lampu tersebut.
Secara teori, daya yang diukur menggunakan alat ukur seharusnya mendekati nilai daya yang dihitung dengan rumus:
Namun dalam percobaan sering ditemukan sedikit perbedaan antara nilai daya terukur dan daya terhitung. Hal ini dapat disebabkan oleh pembagian arus yang tidak sempurna, ketelitian alat ukur yang terbatas, serta kemungkinan adanya rugi-rugi energi pada penghantar atau titik sambungan dalam rangkaian.
    


5. Download File[Kembali]

Download Tugas Laporan Akhir

Download Video Membandingkan Frekuensi dengan Metode Lissajous



Komentar

Postingan populer dari blog ini