Laporan Akhir Modul 3
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Nama : Raihan Muharly Adriwirawan Adhesie No BP : 2510953032 Tanggal Praktikum : 19 Mei 2026
Hukum Ohm
R terbaca | V(V) | I (mA) | V perhitungan(V) | I perhitungan (mA) |
560 | 4,98 | 0,39 | 0,217 V | 8,94 mA |
1000 | 4,98 | 0,39 | 0,381 V | 5,09 mA |
1200 | 4,92 | 0,39 | 0,458 V | 4, 23 mA |
V Toleransi(%) | I Toleransi(%) |
2445,9 | 96,07 |
1325,7 | 92,9 |
1088,0 | 91,5 |
Resistor | Resistansi | Tegangan Terukur(V) | Arus (mA) I=V/R | Arus Mesh (mA) | ||
Terbaca | Terukur | |||||
Ra | 1000 Ω | 980 | 2,866 | 0,39 | IRa=I total | 2,92 |
Rb | 1000 Ω | 979 | 0,815 | 0,05 | IRb = Ia | 0,8324 |
Rc | 1000 Ω | 979 | 266,7 mV | 0,01 | IRc = Ib | 0,2724 |
Rd | 1000 Ω | 984 | 2,128 | 0,21 | IRd = Ic = I1-I2 | 2,1626 |
Re | 1000 Ω | 980 | 0,535 | 0,01 | IRe = Id = I2-I3 | 0,5459 |
Rf | 1000 Ω | 976 | 266,5 mV | 0,01 | IRf = Ie = I3 | 0,273 |
Rg | 1000 Ω | 975 | 0,794 | 0,05 | IRg = If = I2 | 0,8094 |
a. Hukum Ohm
- Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah.
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi.
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
b. Teorema Mesh
- Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah.
- Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
A. Hukum Ohm
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan!
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan hukum ohm?
Jawab: Kesalahan dalam percobaan hukum ohm dapat dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain:
- Ketidaktepatan dalam membaca skala atau pemasangan alat ukur yang kurang tepat.
- Pengaruh perubahan suhu terhadap nilai hambatan komponen.
- Kualitas koneksi antar komponen yang tidak optimal.
- Kondisi alat yang tidak berfungsi dengan baik, seperti kerusakan pada modul.
- Tegangan sumber yang tidak konstan selama pengukuran.
3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai hukum ohm?
Jawab: Berdasarkan hukum ohm, peningkatan nilai resistansi pada kondisi tegangan yang konstan akan menyebabkan arus mengalami penurunan, karena arus berbanding terbalik dengan hambatan sesuai persamaan:
V = I·R atau I = V/R
Namun, pada hasil percobaan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa nilai arus pada masing-masing resistor yang berbeda menunjukkan angka yang relatif sama. Kondisi ini tidak sejalan dengan prinsip hukum ohm. Ketidaksesuaian tersebut kemungkinan disebabkan oleh kesalahan dalam pencatatan data maupun adanya kerusakan pada perangkat yang digunakan (modul).
B. Hukum Kirchhoff
1. Jika salah satu resistor pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus di tiap cabang?
Jawab: Mengacu pada Hukum Kirchhoff, apabila hambatan pada salah satu cabang ditingkatkan, maka arus yang melewati cabang tersebut akan berkurang karena hambatan yang lebih besar menghalangi aliran arus. Sebagai akibatnya, arus akan lebih banyak mengalir melalui cabang lain yang memiliki hambatan lebih rendah, karena arus cenderung mengalir melalui jalur yang lebih mudah. Meskipun demikian, total arus yang masuk dan keluar dari titik percabangan tetap tidak berubah, sesuai dengan prinsip KCL.
2. Apakah jumlah aljabar tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?
Jawab:
Secara teoritis, Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL) menyatakan bahwa penjumlahan semua tegangan dalam loop tertutup harus bernilai nol. Berdasarkan data percobaan, hasil penjumlahan tegangan yang terukur tidak tepat nol, namun mendekati nilai tersebut. Penyimpangan kecil ini masih dapat ditoleransi mengingat adanya pengaruh galat alat ukur, hambatan kabel penghubung, serta keterbatasan presisi multimeter yang digunakan.
C. Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukurannya. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan!
Resistor | Resistansi | Tegangan Terukur(V) | Arus (mA) I=V/R | Arus Mesh (mA) | ||
Terbaca | Terukur | |||||
Ra | 1000 Ω | 980 | 2,866 | 0,39 | IRa=I total | 2,922 |
Rb | 1000 Ω | 979 | 0,815 | 0,05 | IRb = Ia | 0,8324 |
Rc | 1000 Ω | 979 | 266,7 mV | 0,01 | IRc = Ib | 0,2724 |
Rd | 1000 Ω | 984 | 2,128 | 0,21 | IRd = Ic = I1-I2 | 2,1626 |
Re | 1000 Ω | 980 | 0,535 | 0,01 | IRe = Id = I2-I3 | 0,5459 |
Rf | 1000 Ω | 976 | 266,5 mV | 0,01 | IRf = Ie = I3 | 0,273 |
Rg | 1000 Ω | 975 | 0,794 | 0,05 | IRg = If = I2 | 0,8094 |
Dari hasil percobaan dan perhitungan, ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara arus yang terukur secara langsung dan arus yang dihitung menggunakan metode mesh. Hal ini dapat terjadi akibat kesalahan dalam pemasangan rangkaian, ketidakakuratan pembacaan alat ukur, maupun kekeliruan dalam proses perhitungan mesh itu sendiri.
2. Apa keuntungan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawab: Keunggulan penggunaan metode mesh pada rangkaian yang kompleks terletak pada sifatnya yang lebih terstruktur, sistematis, dan efisien dibandingkan analisis konvensional. Dengan pendekatan ini, cukup menentukan arus pada tiap loop sehingga jumlah persamaan yang perlu diselesaikan menjadi lebih sedikit. Hal ini mempercepat proses perhitungan, meminimalkan potensi kesalahan, serta memudahkan pemahaman mengenai hubungan antara tegangan dan arus pada setiap bagian rangkaian.
3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh?
Jawab: Pada resistor yang terletak di antara dua mesh, arus yang mengalir diperlakukan sebagai selisih dari kedua arus mesh tersebut. Hal ini karena kedua mesh sama-sama melewati resistor itu, namun umumnya dengan arah yang berlawanan. Misalnya, jika arus mesh pertama mengalir ke kanan dan arus mesh kedua ke kiri, maka arus efektif pada resistor tersebut adalah selisih keduanya. Itulah mengapa dalam metode mesh sering digunakan bentuk I₁ − I₂ atau sebaliknya, disesuaikan dengan arah arus yang telah ditetapkan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar
Posting Komentar