TUGAS PENDAHULUAN

Gambar
TUGAS PENDAHULUAN MODUL 4 RLC SERI DAN RLC PARALEL 1.       1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian RLC seri dan RLC paralel Jawab: ·         RLC Seri : prisnip kerja utamanya adalah penjumlahan arus dan penjumlahan lahan penurunan tegangan yang terjadi pada masing2 komponen. Fasa antara arus dan tegangan pada masing2 komponen bergantung pada karakteristik impendansi dari resistor, induktor dan kapasitor. ·         RLC Paralel : prinsip kerja uatamanya adalah penjumlahan tegangan dan pembagian arus yang terjadi pada masing2 komponen. Arus yang mengalir melalui komponen bergantung pada karakteristik masing2. Fasa antara arus dan tegangan pada masing2 komponen bergantung pada karakteristik impendansi dari komponen tsb.   2.     2.    Jelaskan pengaruh harga reaktansi kapasitif terhadap sudut phasa dengan resistansi yang konstan! Jawab: peningkatan sudut phasa, ketika resista...

Laporan Akhir Modul 3

 



1. Jurnal [Kembali]

Nama                              : Raihan Muharly Adriwirawan Adhesie No BP                             : 2510953032 Tanggal Praktikum      : 19 Mei 2026

Asisten                           : 1. Muhammad Naufal Lutfi
                                         2. Colderia Zheavinsky


  1. Hukum Ohm


R terbaca

V(V)

I (mA)

V perhitungan(V)

I perhitungan (mA)

560

4,98

0,39

0,217 V

8,94 mA

1000

4,98

0,39

0,381 V

5,09 mA

1200

4,92

0,39

0,458 V

4, 23 mA

    

V Toleransi(%)

I Toleransi(%)

2445,9

96,07

1325,7

92,9

1088,0

91,5


2. Analisa Mesh 

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

I=V/R

Arus Mesh (mA) 

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

9802,8660,39

IRa=I total

2,92

Rb

1000 Ω

9790,8150,05

IRb = Ia

0,8324

Rc

1000 Ω

979266,7 mV0,01

IRc = Ib

0,2724

Rd

1000 Ω

9842,1280,21

IRd = Ic = I1-I2

2,1626

Re

1000 Ω

9800,5350,01

IRe = Id = I2-I3

0,5459

Rf

1000 Ω

976266,5 mV0,01

IRf = Ie = I3

0,273

Rg

1000 Ω

9750,7940,05

IRg = If = I2

0,8094


2. Prinsip Kerja [Kembali]

   a.    Hukum Ohm

  1. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah.
  2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi.
  3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


Prinsip Kerja :

    Hukum Ohm menyatakan bahwa bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya .Secara sistematis besar arus dapat dihitung menggunakan hukum ohm dengan  rumus I=V/R. dari rumus ini ,besar arus pada suatu rangkaian/komponen bergantung pada besar tegangan yang mengalir kepada komponen itu dan besar hambatan yang dimiliki oleh komponen tersebut.Bedasarkan rangkaian diatas,resistor tersebut memiliki tegangan yang sama dengan tegangan pada sumber,karena resistor tersebut parallel dengan sumber tegangan.karena beda potensial di resistor itu,maka hukum ohm dapat berlaku dan besar arus dapat dicari menggunakan hukum ohm tersebut.

    b.    Teorema Mesh

  1. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah.
  2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
  3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


Prinsip Kerja :

    Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.


3. Video Percobaan [Kembali]




4. Analisa[Kembali]

A. Hukum Ohm

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan!

Jawab:

    R terukur = 560 ohm
    R terbaca = 557 ohm

Terdapat selisih antara nilai resistansi yang diperoleh dari pembacaan dan hasil kalkulasi, yakni sekitar 3 Ω. Selisih ini masih tergolong wajar dan dapat dijelaskan oleh adanya nilai toleransi yang dimiliki oleh komponen resistor.

2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan hukum ohm?

Jawab: Kesalahan dalam percobaan hukum ohm dapat dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain:

  1. Ketidaktepatan dalam membaca skala atau pemasangan alat ukur yang kurang tepat.
  2. Pengaruh perubahan suhu terhadap nilai hambatan komponen.
  3. Kualitas koneksi antar komponen yang tidak optimal.
  4. Kondisi alat yang tidak berfungsi dengan baik, seperti kerusakan pada modul.
  5. Tegangan sumber yang tidak konstan selama pengukuran.

3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus? Apakah sesuai hukum ohm?

Jawab: Berdasarkan hukum ohm, peningkatan nilai resistansi pada kondisi tegangan yang konstan akan menyebabkan arus mengalami penurunan, karena arus berbanding terbalik dengan hambatan sesuai persamaan:

V = I·R atau I = V/R

Namun, pada hasil percobaan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa nilai arus pada masing-masing resistor yang berbeda menunjukkan angka yang relatif sama. Kondisi ini tidak sejalan dengan prinsip hukum ohm. Ketidaksesuaian tersebut kemungkinan disebabkan oleh kesalahan dalam pencatatan data maupun adanya kerusakan pada perangkat yang digunakan (modul).


B. Hukum Kirchhoff

1. Jika salah satu resistor pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus di tiap cabang?

Jawab: Mengacu pada Hukum Kirchhoff, apabila hambatan pada salah satu cabang ditingkatkan, maka arus yang melewati cabang tersebut akan berkurang karena hambatan yang lebih besar menghalangi aliran arus. Sebagai akibatnya, arus akan lebih banyak mengalir melalui cabang lain yang memiliki hambatan lebih rendah, karena arus cenderung mengalir melalui jalur yang lebih mudah. Meskipun demikian, total arus yang masuk dan keluar dari titik percabangan tetap tidak berubah, sesuai dengan prinsip KCL.


2. Apakah jumlah aljabar tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?

Jawab:

Secara teoritis, Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL) menyatakan bahwa penjumlahan semua tegangan dalam loop tertutup harus bernilai nol. Berdasarkan data percobaan, hasil penjumlahan tegangan yang terukur tidak tepat nol, namun mendekati nilai tersebut. Penyimpangan kecil ini masih dapat ditoleransi mengingat adanya pengaruh galat alat ukur, hambatan kabel penghubung, serta keterbatasan presisi multimeter yang digunakan.


C. Mesh

1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukurannya. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan!

Jawab:

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

I=V/R

Arus Mesh (mA) 

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

9802,8660,39

IRa=I total

2,922

Rb

1000 Ω

9790,8150,05

IRb = Ia

0,8324

Rc

1000 Ω

979266,7 mV0,01

IRc = Ib

0,2724

Rd

1000 Ω

9842,1280,21

IRd = Ic = I1-I2

2,1626

Re

1000 Ω

9800,5350,01

IRe = Id = I2-I3

0,5459

Rf

1000 Ω

976266,5 mV0,01

IRf = Ie = I3

0,273

Rg

1000 Ω

9750,7940,05

IRg = If = I2

0,8094

Dari hasil percobaan dan perhitungan, ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara arus yang terukur secara langsung dan arus yang dihitung menggunakan metode mesh. Hal ini dapat terjadi akibat kesalahan dalam pemasangan rangkaian, ketidakakuratan pembacaan alat ukur, maupun kekeliruan dalam proses perhitungan mesh itu sendiri.


2. Apa keuntungan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?

Jawab: Keunggulan penggunaan metode mesh pada rangkaian yang kompleks terletak pada sifatnya yang lebih terstruktur, sistematis, dan efisien dibandingkan analisis konvensional. Dengan pendekatan ini, cukup menentukan arus pada tiap loop sehingga jumlah persamaan yang perlu diselesaikan menjadi lebih sedikit. Hal ini mempercepat proses perhitungan, meminimalkan potensi kesalahan, serta memudahkan pemahaman mengenai hubungan antara tegangan dan arus pada setiap bagian rangkaian.


3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh?

Jawab: Pada resistor yang terletak di antara dua mesh, arus yang mengalir diperlakukan sebagai selisih dari kedua arus mesh tersebut. Hal ini karena kedua mesh sama-sama melewati resistor itu, namun umumnya dengan arah yang berlawanan. Misalnya, jika arus mesh pertama mengalir ke kanan dan arus mesh kedua ke kiri, maka arus efektif pada resistor tersebut adalah selisih keduanya. Itulah mengapa dalam metode mesh sering digunakan bentuk I₁ − I₂ atau sebaliknya, disesuaikan dengan arah arus yang telah ditetapkan.


5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir disini




Komentar

Postingan populer dari blog ini

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA

POTENSIOMETER & TAHANAN GESER DAN JEMBATAN WHEATSTONE

RLC SERI DAN RLC PARALEL